Lindungi Diri, Kelurga dan Aset Berharga Anda

Gas Elpiji adalah gas yang mudah terbakar, maka kebocoran gas dapat berakibat fatal....

Sedia Payung Sebelum Hujan Jauh Lebih Baik dari pada Terlanjur Kehujanan.....

ALARM DETEKSI KEBOCORAN GAS ELPIJI INI BEKERJA DENGAN MENDETEKSI ALIRAN GAS METAN (GAS ELPIJI) YANG MENYEBAR DI SEKITAR SENSOR (ALAT) ...JADI TIDAK TERPENGARUH GAS METAN BERBAU ATAU TIDAK ALARM INI TETAP BEKERJA

Tidak Hanya Kompos Gas saja yang patut diwaspadai...Water Heater Gas juga patut diberi perhatian karena bahan bakar juga cara kerjanya ada kesamaan dengan Kompor Gas

PRODUK INI BISA ANDA DAPATKAN

1. AREA BANDUNG
SECURO SECURITY SYSTEM
Be-Mall Lt.1 A5
Jl. Naripan no.89 Bandung
Telp.022-70895000 / 6631890 / 6651409

WINARTO
HP : 022-91211390

2. AREA JABODETABEK-1
BARNABAS
HP : 0812 8196 4903 / 02193177200 (CALL ONLY!)

3. AREA JABODETABEK-2
MUM'S LITTLE SHOP
HP : 083896017364

4. AREA LAMPUNG
IDA
HP : 085768300557

5. AREA PURWOKERTO
(Banjarnegara,Purbalingga,Banyumas,Cilacap dan Kebumen)
Apotek Sawangan / Pak Hartono
Jl. Jend. Sutoyo No. 45 Purwokerto
Telp. (0281) 630172

6. AREA MALANG
SECURO Security Solution
HP : 0818847889






Kebocoran gas elpiji sendiri dapat berakibat fatal yaitu kebakaran dan tidak jarang menyebabkan kematian. Tentu kita tidak ingin hal itu sampai menimpa diri kita maupun sanak saudara.



DOWNLOAD CARA PEMAKAIAN

Rabu, 28 Juli 2010

Kali ini Ledakan Gas Terjadi di Malang

Malang: Untuk kesekian kalinya ledakan gas elpiji terjadi. Kali ini satu orang mengalami luka bakar akibat ledakan di jalan Kaprii Nomor 30, Bumiayu, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/7).

Korban bernama Sulastrini. Sebelum ledakan, sebenarnya suami korban sudah mencium bau gas dari dapur. Saat itu ia berinisiatif mematikan kompor yang sedang digunakan untuk memasak oleh Sulastrini. Namun, korban justru menyalakan kompor kembali. Ledakan pun tak dapat dihindari. Tubuh Sulastrini pun langsung terhempas.

Kini, polisi masih menyelidiki penyebab ledakan. Tabung, selang, dan regulator diamankan sebagai barang bukti. Sementara, Sulastrini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang. Korban menderika luka bakar serius di wajah, tangan, dan kaki.(**)

Sumber : Metrotvnews.com

Selasa, 27 Juli 2010

Tanggapan : Tabung Gas, Nyawa Rakyat dan Upaya Perhatian Lebih

Tulisan ini diambil dari milis dokter_hewan@yahoogroups.com

Penulis : setiadjit@xxxxx.com

Tulisan saudara saya, Munardi Kardian seorang pekerja pada xxxxx xxxxxx(SMII) ini sangat menyentuh nurani saya
saat kita harus bersikap sebagai seorang pemimpin yang harus mengambil
kebijakan yang menyentuh kehidupan pekerja (buruh) dan keluarganya;
Sebagai pimpinan tak jarang kita berpuas diri karena merasa telah
mengambil keputusan yang tepat untuk orang-orang dibawah kita, untuk
masyarakat kita tanpa menyadari bahwa kepuitusan, kebijakan kita
'senyatana' mencederai mereka;

Teror bom LPG ini sangatlah dahsyat dan lebih mengerikan dibandingkan
dengan bom yang dibawa oleh para "mujahiddin" yang memerangi
kepentingan israel dan sekutunya dikampung kita sendiri;
Bayangkan Bom LPG ini meledak pada saat kita belum sempat mengucapkan
"ALHAMDULILLAAHILLADZII AHYAANAA BA'DAMAA AMAATANAA WA ILAIHIN
NUSYUUR" ("Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami
sesudah mati (membangunkan kami dari tidur) dan hanya kepada-Nya kami
menyembah")

Salam duka;
Setiadjit, xxxxx

Tabung Gas, Nyawa Rakyat dan Upaya Perhatian Lebih

Tulisan ini diambil dari milis dokter_hewan@yahoogroups.com

Penulis : "munadi" munadi@smii.xx.xx

Jika kompor gas kami bermasalah, istri terkadang meminta bantuan saya
agar kompor tersebut bisa digunakan lagi. Namanya juga peralatan yang
biasa digunakan sehari-hari, ada saja gangguannya terutama setelah
gasnya diganti dengan yang baru. Saya sudah membelikan regulator yang
berstandar, ada alat ukurnya pula. Juga pernah dipraktekkan penjualnya
dengan menusuk, membuat lubang, bahkan memotong selangnya saat kompor
sedang digunakan. Dalam peragaan itu, aman -aman saja, tidak terjadi
ledakan. Saya membelinya satu untuk istri saya. Pikir saya, kompor
pasti padam jika ada kebocoran pada selangnya. Jadi aman buat kami di
rumah.

Namun mendengar dan melihat berita di tv tentang merebaknya kasus
ledakan tabung gas yang dengan serta merta menimbulkan banyak korban
luka-luka dan tewas, mengutak-atik kompor gas seakan-akan seperti
merakit sebuah bom. Kita layaknya teroris saja. Jika terjadi kesalahan
sedikit saja, resikonya adalah nyawa. Gas meledak dan kami menjadi
korban ledakan yang sia-sia. Mungkin perasaan ketakutan ini terlalu
hiperbola buat orang lain, terlalu berlebih-lebihan tapi memang tidak
bisa dihilangkan apalagi saat kompor kita mengalami gangguan.
Sementara mencari alternatif energi lain selain gas amatlah sulit.
Saya pernah mencoba menggunakan kompor minyak tanah, akibatnya
anggaran belanja melonjak dengan signifikan.

Dalam sebuah pelatihan pemadam yang pernah saya ikuti. Sifat gas
elpiji jika terjadi kebocoran, gasnya akan memenuhi ruangan. Karena
berat jenisnya lebih berat dari udara, ia berada di bawah, tidak naik
ke atas. Itulah sebabnya gas ini sulit keluar ruangan jika ventilasi
tidak dibuka lebar-lebar. Tapi yang terjadi akhir-akhir ini,
kasus-kasus meledaknya gas elpiji terjadi di kalangan mereka yang
tidak berpunya. Mereka tinggal di rumah-rumah petak yang sempit. Jika
bicara rumah-rumah petak yang sempit, tentulah mereka tidak memiliki
ventilasi yang memadai, bahkan terkadang tidak ada ventilasi sama
sekali kecuali pintu keluar dan masuk saja. Dapur merekapun bercampur
dengan ruang tamu dan ruang tidur. Gas yang memenuhi ruangan akan
mudah tersulut bahkan oleh saklar lampu yang dinyalakan atau dimatikan
ketika ruangan sudah dipenuhi gas. Ini memang titik bahaya kebakaran.

Kondisi lain yang membuat tabung gas makin berbahaya bagi rakyat pada
umumnya adalah kurangnya pemahaman akan karakteristik gas. Kurangnya
pemahaman akan penggunaan kompor gas yang aman akibat belum
membudayanya penggunaan kompor gas. Minimnya jaminan keamanan di
setiap tabung gas akibat pemalsuan, produk yang tidak terstandarisasi,
tabung yang kadaluarsa, serta pengisian gas-gas ilegal, makin menambah
daftar panjang ancaman meledaknya tabung gas bagi rakyat kecil pada
umumnya. Belum lagi sesudah terjadi ledakan dan menimbulkan korban,
kemana mereka harus mengadu dan meminta bantuan. Apa harus ke istana
dulu, baru kemudian diurus dan diobati.

Ada ungkapan yang menarik buat saya. Ungkapannya berbunyi seperti ini,
"Hendaknya para mentri, pejabat di negeri ini juga memakai kompor
gratis dan tabung gas yang bermasalah tersebut. Biar mereka merasakan
bagaimana susahnya menjadi rakyat." Pasti tekanan darah dan andrenalin
mereka akan meningkat manakala tabung gas yang baru dipasang ternyata
bermasalah. Dengan demikian mereka merasakan bagaimana kencangnya
degug jantung rakyat manakala kompor mereka bermasalah dan harus
dikutak-katik untuk membetulkannya. Saya pikir ungkapan diatas
menarik sekali. Jika korbannya adalah para petinggi, para pejabat,
saya yakin semua ini akan mudah dituntaskan. Semua pihak akan
menyelesaikannya. Tidak ada yang cuci tangan dan melepas tanggung
jawab.

Rakyat juga manusia. Nilai nyawanya sama dengan nyawa para mentri dan
pejabat. Jadi mohon untuk tidak dibeda-bedakan. Islam tidak melihat
seseorang dari kekayaannya, tingginya kedudukan, dan luasnya kekuasaan
yang digenggamnya. Semua sama saja dihadapan Sang Khalik. Selayaknya
diakhiri saja kasus ini. Diselesaikan masalahnya.

Ketika semua pihak turun tangan, tidak mustahil masalah ini bisa
terselesaikan. Janganlah rakyat yang sudah terbebani dengan
permasalahan perut juga terancam nyawanya di dapur mereka sendiri.
Saya, mereka juga kebanyakan rakyat pada umumnya butuh rasa aman. Ubah
kebijakan yang diam-diam menebar maut agar kita aman berada di dapur
rumah sendiri.

Munadi Kardian
Pekerja, buruh di sebuah industri

Tips Cermat Menggunakan Tabung Gas

Dibandingkan menggunakan bahan bakar minyak tanah, menggunakan bahan bakar gas dengan tabung LPG (liquid petroleum gas) perlu perlakuan lebih hati-hati. Pasalnya gas sangat mudah terbakar sehingga harus dihindari kebocoran tabung sekecil dan sedini mungkin. Pastikan tabung benar-benar aman selama dipakai.

Pengguna LPG perlu mencermati tabung yang akan dipakai sejak membeli dari pengecer dan saat pemasangan di rumah. Pemerintah telah menetapkan standar kualitas tabung gas dan regulator yang beredar di pasaran. Pastikan tabung yang dipakai sesuai standar mutu tersebut.

Tempat meletakkan tabung pun sebaiknya tidak sembarangan namun dengan kondisi ruangan yang berisiko paling minim. Jika sampai gas bocor dan terkumpul di ruangan sempit bisa menyebabkan ledakan dahsyat bila tersulut api.

Kalaupun sewaktu-waktu terjadi kebocoran, pengguna perlu tahu apa langkah yang harus dilakukan agar tidak sampai menyebabkan ledakan. Dinas Perindustrian dan Energi Pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Pertmaina telah menelurkan tips aman menggunakan tabung gas dan hotline di nomor 500 000. Berikut tips aman menggunakan tabung gas:

Saat Membeli:
- Pilih tabung dengan kondisi baik: mutu pengelasan baik, tanpa penyok, karat, goresan, cungkilan, dan tonjolan pada tabung
- Pilih tabung yang tercetak logo SNI
- Pastikan segel plastik dalam keadaan baik
- Jika segel plastik dilepas, karet pengaman masih ada dan dalam keadaan baik (masih elastis, tidak longgar, aus, atau robek)

Sebelum Menggunakan:
- Tempatkan tabung pada ruangan dengan ventilasi terbaik.
- Pastikan regulator dalam kondisi baik dan terpasang erat pada katup tabung dengan posisi knob regulator mengarang ke bawah
- Pastikan selang dalam kondisi baik dan terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor, dan tidak tertekuk atau tertindih.
- Saat tabung gas yang lama, pastikan tidak ada sumber api (rokok, kompor) menyala karena dimungkinkan masih ada sisa gas.

Jika Terjadi Kebocoran:
- Seger matikan kompor, lepas tabung gas dari regulator dan bawa tabung ke tempat terbuka dengan sirkulasi udara baik.
- Buka semua ventilasi udara selebar-lebarnya sampai bau khas LPG hilang.
- Jangan menghidupkan sumber api, peralatan listrik, dan peralatan listrik, dan peralatan lainnya yang dapat menimbulkan percikan listrik/api
- Periksa sumber kebocoran, dengan mencelupkan tabung pada bak berisi air.(*)

Sumber : Tribun Timur

Selang Tabung Gas Bocor, Rumah Adik Gubernur Sulsel Nyaris Terbakar

MAKASSAR - Rumah adik Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo nyaris terbakar akibat terjadinya kebocoran pada selang tabung gas, namun kejadian ini cepat diantisipasi oleh penghuni rumah.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian Komplek Asoka II Nomor 2 Jalan Boulevard Makassar, Selasa, kebocoran yang terjadi di selang tabung gas berukuran 12 kilogram itu langsung disambar dengan percikan yang kemudian membesar.

Para penghuni rumah, termasuk istri dari Haris Yasin Limpo, Ida Farida langsung panik dan berteriak memanggil penghuni rumah lainnya yang saat itu juga langsung membuat panik sejumlah tetangga lainnya.

Api yang menyambar dari kompor itu kemudian mulai membesar setinggi lemari dapur rumahnya. Kerabat Haris, Indra datang bersama supir tetangga Haris, Surianto (33) berusaha memadamkan api.

Kedua orang yang menolong itu malah mengalami luka bakar saat berusaha memadamkan api. Indra luka di bagian kaki sedangkan Surianto mengalami luka bakar pada bagian tangan.

Keduanya kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Stella Maris untuk mendapakan perawatan akibat luka bakar tersebut.

Menurut Ida Farida, kebakaran yang terjadi saat juru masak sedang menyiapkan pesta ulang tahun ke-8 untuk anak pertamanya Fadhil Zaki.

Juru masak yang sedang sibuk tidak mengetahui adanya kebocoran yang terjadi pada selang regulator sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran.

"Saat itu juru masak sedang sibuk, saya yang masuk ke dapur mencium adanya bau gas. Namun, sebelum saya meminta tolong, api di kompor sudah menjilat tabung gas," katanya.

Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang bersama anggotanya langsung ke lokasi kejadian untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

"Untuk sementara kita sudah mengamankan barang buktinya berupa tabung gas, selang dan regulatornya untuk dibawa ke Labfor guna penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan untuk keterangan saksi, kita sudah memeriksa pemilik rumah Ny Ida Farida," katanya. (*)

Sumber : Tribun Timur

AREA MALANG

AREA MALANG DAN SEKITARNYA
SECURO Security Solution
Hub : Christopher
HP : 0818847889

Tabung Gas Meledak di Bondowoso

Bondowoso: Tabung gas elpiji 3 kilogram meledak di Kecamatan Tlogosari, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/7). Dua orang terluka bakar.

Ledakan sempat mengejutkan warga. Polisi bersama warga datang ke rumah korban untuk memastikan penyebab ledakan. Di sana, polisi menemukan tabung gas yang rusak katup penutupnya. Diduga, ledakan akibat kerusakan tersebut.

Sementara itu, dua korban luka saat ini dirawat di Puskesmas Tlogosari. Kedua korban terluka bakar pada kaki dan tangan.(Mamang Pratidina/RAS)

Sumber : Metrotvnews.com

Tabung Elpiji 12 Kilogram Meledak di Makassar

Makassar: Dua orang menderita luka bakar akibat meledaknya tabung elpiji 12 kilogram di rumah mereka di Jalan Bulevard, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (27/7). Ledakan dipicu bocornya selang regulator tabung tersebut.

Kedua korban tersambar api saat keduanya berusaha memadamkan. Mereka dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji, Makassae. Polisi telah menyita tabung beserta selang dan regulatornya untuk penyelidikan.(IKA)

Sumber : MetroTVnews.com

Senin, 26 Juli 2010

Seminggu, Tiga Kali Tabung Meledak di Cilacap

CILACAP — Seorang warga Desa Mulyadadi RT 01 RW 01, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Sodikin, mengalami luka bakar di kedua kakinya akibat ledakan gas tabung 3 kilogram.

Sodikin bercerita, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/7/2010) siang. "Waktu itu tercium bau gas sehingga saya berusaha melepas regulator dari tabung," katanya, Senin ini.

Akan tetapi, saat melepas regulator, tiba-tiba api menyala dari tabung tersebut dan langsung menyambar dan membakar kedua kakinya hingga melepuh.

Dia mengaku tidak mengetahui asal api karena saat itu kompor dalam keadaan mati.

"Saya pun segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Majenang untuk mendapat perawatan. Namun, saya memilih rawat jalan saja," katanya.

Ledakan gas Pertamina itu diduga akibat buruknya kualitas selang regulator yang digunakan Sodikin sehingga tidak mampu menahan tekanan gas yang keluar dari tabung.

Selang regulator yang tidak berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) itu sobek sekitar lima sentimeter pascaledakan tersebut.

Peristiwa ledakan gas Pertamina tabung 3 kilogram itu merupakan ledakan kali ketiga di Kabupaten Cilacap dalam kurun waktu kurang dari satu minggu.

Ledakan pertama pada Rabu (21/7/2010) di RT 04 RW 10 Kelurahan Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan, dengan korban seorang penjual jamu keliling berasal dari Solo bernama Sri Winih (24). Ia mengalami luka bakar. Sementara itu, atap dapur rumah kontrakannya jebol.

Ledakan kedua pada Jumat (23/7/2010) di rumah Laman Martowigeno (71), warga RT 03 RW 03 Desa Glempang, Kecamatan Maos. Ledakan ini juga mengakibatkan atap dapurnya jebol.

Sumber : Kompas.com

Minggu, 25 Juli 2010

AREA PURWOKERTO dan sekitarnya

UNTUK WILAYAH PURWOKERTO DAN SEKITARNYA
PEMBELIAN BISA KE :

Apotek Sawangan / Pak Hartono
Jl. Jend. Sutoyo No. 45 Purwokerto
Telp. (0281) 630172

Tabung Gas Itu Bocor di Pagi Buta

JAKARTA — Pagi itu Kasran hendak memasak. Suara mendesis dan bau menyengat yang khas membuatnya mengurungkan niat tadi. Gas bocor. Dicopotnya regulator dari tabung gas 3 kg berwarna hijau. Lalu, ia meletakkan tabung melon di dalam bak air di sebelah rumah. Wusssh... api menyambar tubuhnya.

"Pak Kasran enggak tahu kalau rumah Mang Aan lagi nyalain kompor. Apinya menyambar ke mana-mana," terang Mundofir, saksi mata peristiwa naas itu, kepada Kompas.com, Minggu (25/7/2010).

Seperti diberitakan, kebocoran gas di rumah kontrakan para pedagang bubur di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, membuat 10 orang mengalami luka bakar. Sambaran api membakar tiga rumah yang saling berdekatan, yakni rumah kontrakan yang ditinggali Kasran, rumah Aan yang tengah menyalakan kompor, dan rumah Dasor yang terletak persis di sisi kiri rumah Aan.

Menurut Mundofir yang tinggal di sebelah kanan rumah Aan, tidak terdengar suara ledakan saat kejadian sekitar pukul 04.00 pagi tadi. "Kami kan di sini pedagang semua, subuh-subuh mulai masak-masak," katanya.

Akibat kebakaran yang dipicu bocornya tabung gas tersebut, menurut Mundofir, sebanyak enam orang mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Mereka adalah Kasran dan keponakannya yang bernama Oji, Aan, Dasor dan istrinya yang bernama Sawi, serta Usman, yang sedang berada di sekitar rumah Aan.

Adapun empat orang lainnya, yaitu Taruni, Ismanto, Umarso, dan Ch (istri Aan), menderita luka ringan. "Yang luka parah, dari mukanya sampai ujung kakinya kebakar," ujar Mundofir.

Kesepuluh korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat. Kesepuluh korban tinggal di perumahan padat, Gang Mandalika Utama I, Tanjung Duren Timur, Jakarta Barat. Mereka adalah pedagang makanan, seperti bubur atau bakso, yang mengontrak di rumah semipermanen.

Sumber : Kompas.Com

Kamis, 22 Juli 2010

Tabung Gas Meledak di Balikpapan, Dapur Rumah Mantan Kasi Pidsus Kejari Terbakar

BALIKPAPAN - Musibah kebakaran karena tabung gas kembali terjadi di Kota Balikpapan, Kamis (22/7/2010). Tepatnya di Jalan Serindit V RT 7 Blok C3 nomor 3 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Sebagian dapur milik mantan Kasie Pidsus Kejari Balikpapan, Wahyudi SH, dilalap api sesaat setelah anak pertamanya, Didik Wahyu menyalakan kompor gas sekitar pukul 12.30 siang.

"Saya itu siang tadi kehabisan gas. Terus saya telepon ke toko langganan di Blok K. Petugasnya mengantar gas. Pas dipasang, ternyata keluar bau gas. Langsung saya lepas dan saya telepon lagi tokonya. Saya bilang, gasnya bocor," ungkap Sukarni, istri Wahyudi kepada Tribun.

Tak lama kemudian, lanjut Sukarni, petugas lainnya datang membawa tabung gas yang baru. Seperti biasa, regulatornya langsung dipasangkan. Tetapi saat dicoba, kompornya tidak mau menyala. Petugas langsung meninggalkan begitu saja. "Saya tanya, kenapa tidak diganti lagi gasnya. Dia bilang mungkin kompor ibu yang rusak. Saya panggil teman yang bisa pasang," kata Sukarni.

Teman si penjual gas belum datang, anak Sukarni yang bernama Didik pulang dari bekerja. Ia pun langsung memasang regulator dan menyalakan kompor. Saat itulah, dalam hitungan detik api langsung membumbung ke udara. Menyambar plafon dapur dan sebagian dinding dapur.

"Saya tidak tahu. Saya pikir seperti biasa saja. Menyalakan kompor dengan memasang dulu regulatornya. Jadi saya pasang. Kemudian saya klik knop kompornya. Tahu-tahu api langsung menyambar," timpal Didik.

Beruntung api bisa dijinakkan setelah petugas pemadam datang dan menyemprotkan alat pemadam tangan. "Saya siram air nggak mau mati apinya, saya hambur abu gosok, kain. Tetap saja. Baru setelah disemprot pemadam tangan, apinya langsung mati," ungkap Sukarni.

Kapolresta Balikpapan, AKBP A Rafik, didampingi Kapolsekta Balikpapan Selatan, AKP Ali Machfud, mengatakan, setelah memeriksa tabung gas yang ada ternyata bocor juga. "Tabung gasnya bocor. Diduga, sebelum menyalakan kompor, gas sudah memenuhi ruang dapur. Sehingga begitu kompor dinyalakan, api langsung menyambar," ujar Ali. (*)

Sumber : Tribun Medan

Selasa, 20 Juli 2010

Ledakan Tabung Gas Akan Diselidiki

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri akan mengusut kasus ledakan tabung gas yang terus terjadi di beberapa daerah. "Kita akan bertemu Komisi VII membahas tentang hal itu," kata Direktur V Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Suhardi Aliyus di Jakarta, Selasa (20/7).

Suhardi menegaskan, Polri tak akan tinggal diam. Dia meminta Pertamina melakukan pengawasan penjualan tabung gas hingga ke sub agen. "Sampai kini Polri belum menerima laporan apakah Pertamina sudah melakukan pengawasan hingga ke sub agen atau belum," jelas Suhardi.

Di lain pihak, 20 anggota Komisi VII dari berbagai fraksi telah menandatangani usulan pembentukan Panitia Kerja Tabung Gas 3 Kilogram. Anggota dewan menilai pemerintah ceroboh dalam pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji.

Mereka yang telah menandatangani usulan anggota Komisi VII terhadap pembentukan Panja Tabung Gas, antara lain Azwar Daini Tara (FPG), Halim Kalla (FPG), Nursyamsi, Sukartono (FPD), Totok Daryanto (FPAN), Daryatmo (FPDIP), Sugihono (FPKS), Fardan Firdaus (FPD), dan Muhammad Syafruddin (FPAN).

"Kami sudah ajukan kepada pimpinan Komisi VII dan tinggal ketok palu. Kalau sudah ketok palu, kami lapor ke pimpinan dewan," kata inisiator Panitia Kerja (Panja) Tabung Gas 3 Kilogram Satya Widya Yudha, beberapa waktu silam.

Satya mengatakan, pembentukan panja bertujuan mengetahui lebih jauh kecerobohan pemerintah dalam pelaksanaan konversi dan penggunaan elpiji yang banyak menyebabkan kejadian itu.

Menurut dia, ide pembentukan Panja Tabung Gas ini tidak lepas dari kepedulian Komisi VII melihat permasalahan ledakan tabung elpiji di tengah masyarakat belakangan ini.

Satya menyebutkan beberapa kecerobohan pemerintah, dalam hal ini lima instansi pemerintah, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Tenaga Kerja, dan Pertamina.

"Kami inginkan bahwa di lapangan ada pengawasan yang dilakukan pemerintah ditambah dengan Panja DPR RI. Kami perlu sidak di lapangan dan ada klarifikasi teknis karena ini terkait dengan lima instansi itu," kata Satya.

Tabung 3 kg adalah tabung yang bersubsidi, pendistribusiannya tertutup, khusus untuk pelanggan kecil yang dulunya menggunakan kompor berbahan bakar minyak tanah, tapi apa yang terjadi, banyak tabung 3 kg yang berada di apartemen.(Ant/ICH)

Sumber : MetroTVNews

Elpiji Tak Berbau, Pertamina Diminta Klarifikasi

Jakarta - Ledakan gas elpiji yang akhir-akhir ini marak terjadi seakan muncul tanpa peringatan. Ledakan yang terjadi akibat kebocoran tabung elpiji 3 kg itu terjadi tanpa adanya peringatan beruba bau gas.

Hal itu terjadi karena elpiji 3 Kg diduga sudah tak menggunakan campuran sulfur atau metaftan sebagai zat yang memberikan aroma bau sebagai alarm berbahaya (early warning). Pertamina selaku produsen elpiji dipertanyakan dan diminta untuk klarifikasi.

"Itu yang kita pertanyakan, kalau perlu kita akan kirim surat ke Pertamina, untuk menanyakannya," kata Ketua Komite Tetap Perdagangan Distribusi dan Keagenan Kadin Natsir Mansyur saat ditemui di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (20/7/2010).

Menurut Natsir, Pertamina harus mampu menjelaskan masalah ini kepada publik. Mengingat sistem alarm bau bagi elpiji sangat penting agar masyarakat pengguna khususnya elpiji 3 Kg bisa mengetahui jika terjadi kebocoran.

"Kalau tak ada campuran, maka fungsi gas elpiji, apabila terjadi kebocoran tak bisa dideteksi," jelasnya.

Natsir berharap masalah keamanan bagi elpiji harus menjadi perhatian Pertamina, termasuk dalam memastikan produk elpijinya tetap menggunakan aroma pembau agar masyarakat selamat.

Sumber :Detik Finance

ALARM DETEKSI KEBOCORAN GAS ELPIJI INI BEKERJA DENGAN MENDETEKSI ALIRAN GAS METAN (GAS ELPIJI) YANG MENYEBAR DI SEKITAR SENSOR (ALAT) ...JADI TIDAK TERPENGARUH GAS METAN BERBAU ATAU TIDAK ALARM INI TETAP BEKERJA

Empat Ruko di Bekasi Ambruk Dihantam Ledakan Tabung Gas

Metrotvnews.com, Bekasi: Empat rumah toko di Pasar Pasimal, kawasan industri Jabebaka 3 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, luluhlantak akibat ledakan tabung gas 3 kilogram, Selasa (20/7). Ledakan juga melukai dua orang.

Zaiyar, pemilik salah satu ruko yang menjadi korban, menuturkan ledakan terjadi ketika dirinya sedang berusaha menyalakan kompor gas untuk memasak. Tiba-tiba kompor dan tabung meledak lalu mengeluarkan semburan api.

Zaiyar mengatakan, sebelum kejadian sempat mengganti selang serta tabung gas dengan yang baru.

Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti ledakan. Yang terang, tabung serta kompor gas milik Zaiyar telah disita untuk diselidiki.(ICH/Laode Yohanes)

Sumber : Metrotvnews

Ledakan Gas Merebak, Ibu-ibu Borong Kompor Minyak

BOGOR (pos Kota) – Merebaknya ledakang tabung gas 3 Kg membuat pedagang kompor minyak kebanjiran order. Dalam sepekan ini toko mereka dibanjiri pemebli yang mencari kompor minyak tanah (minah).

Pembeli beranggapan penggunaan tabung gas yang dibagi pemerintah adalah bom waktu yang setiap saat dapat meledak.

“Meski mahal dan jarang, saya bersama ibu-ibu tetangga kembali mencari kompor dan minah, gas dipakai kalau keadaan mendesak saja,” kata Winda,38, seorang ibu rumah tangga Perum Gaperi II Cibinong, Selasa.

Maraknya pemberitaan tentang ledakan tabung gas yang mengakibatkan rmah hancur dan banyak korban yang berjatuhan, membuat dirinya waswas.

Meski regulator dan slang miliknya terpasang tanda Standar Nasional Indonesia (SNI). “Kami masyarakat kecil, ingin ada jaminan dari pemerintah jika terjadi ledakan gas, apakah pemerintah akan tanggung jawab? Kalau tak ada buat apa pakai gas,” tegasnya.

Sedangan penjual kompor di Pasar Cibinong mengaku sejak sepekan ini banyak ditatangi konsumen yang ingin membeli kompor minah. “Stoknya saya 135 habis dalam sepekan dan saya jual antara Rp 35.000-Rp 65.000,” ujar Jujung, penjuela kompor minah.

Kondisi ini mebnuatnya akan menambah stok kompor. “Saya memesan di pembuat kompor dengan keutunganya rata-rata Rp 15.000-Rp20.000 per kompor,” katanya.

Sementara itu Komisi B DPRD bersam Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bogor melakukan sidak ke sejumlah kios dan pangkalan elpiji. Penyisiran dimulai di kawasan Batutulis dan Bondongan dan menemukan ratusan tabung gas 3 Kg tak memiliki label standar nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, berat tabung juga kurang dari ketentuan. “Ini hanya 2,5 kg, seharusnya beratnya 3 kg. Ini isinya kurang,” terang anggota Komisi B, Muaz HD. Pemilik pangkalan Sandi mengaku dia hanya menjual gas elpiji dan tak tahu standar tabung dan layak atau tidaknya.

“Tabung ini dikirim agen dan kami tak pernah berani mengutak-atik isi ataupun lainnya,” terangnya.

Melihat hasil temuan itu, Budi Sulistio menyatakan bahwa Komisi B akan mendesak Pertamina dan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) segera menarik peredaran ratusan tabung gas beserta perlengkapannya yang tak layak atau tak ber-SNI. (iwan/dms)

Sumber : PosKota

Senin, 19 Juli 2010

Tabung Gas Meledak di Samarinda, Ruko Nyaris Terbakar


Jendela, Dinding dan Plafon Porak Poranda

SAMARINDA. Warga Samarinda harus lebih mewaspadai ledakan tabung gas elpiji yang sudah banyak memakan korban di sejumlah kota. Bahkan ledakan tabung gas elpiji yang sempat menggegerkan warga Jl Agus Salim Gang Manunggal 7 RT 37, Samarinda Ilir, kembali terulang di Kota Tepian.

Sebuah rumah toko (ruko) di Jl DI Pandjaitan (eks Jl Kesejahteraan) No 12, Samarinda Utara, nyaris terbakar, Sabtu ( 17/7) sekitar pukul 17.00 Wita. Penyebabnya akibat sebuah tabung gas berukuran 12 Kg yang berada di lantai dua ruko bocor lalu meledak.

Diduga kebocoran tabung gas berasal dari regulator yang rusak. Akibat kejadian itu kaca maupun plafon di lantai dua ruko bertingkat tiga tersebut porak poranda. Bukan hanya itu, rolling door (pintu besi) di lantai dasar ruko juga ikut rusak.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang sempat menggegerkan warga sekitar ruko. Karena saat itu tidak ada aktivitas di dalam ruko yang dijadikan laboratorium milik PT Surya Hutani Jaya. Yakni salah satu perusahaan yang bergerak dalam penelitian bibit tanaman untuk industri perkayuan.

Saat kejadian hanya ada seorang karyawan wanita bernama Sutri (22). Namun ketika itu Sutri sedang berada di lantai tiga ruko, yang dijadikan mes untuk karyawan. Guna proses penyelidikan lebih lanjut, aparat kepolisian yang mendatangi tempat kejadian segera memasang garis polisi dan membawa tabung gas ke Mapolsekta Samarinda Utara.

Keterangan dihimpun Sapos di tempat kejadian, ledakan bermula ketika sore itu ruko dalam keadaan sepi dan hanya ada Sutri.

"Saat itu saya sedang berada di kamar mandi di lantai tiga. Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan cukup nyaring terdengar dari lantai bawah. Saking nyaringnya sampai lantai tempat saya berpijak bergetar," kata Sutri.

Sutri lantas bergegas membuka pintu kamar mandi. Saat itu Sutri melihat asap sudah mengepul dari anak tangga yang menghubungkan antara lantai dua dan lantai tiga, tak jauh dari kamar mandi. "Bukan cuma asap saja, waktu itu juga tercium bau gas sangat menyengat hidung," tambah Sutri.

Penasaran, gadis berparas cantik itu lalu mencari tahu asal asap dan bau gas tersebut dengan menuruni anak tangga. Ketika itu Sutri melihat api keluar dari tabung gas di sudut ruangan di lantai dua. Karena takut, Sutri lantas berteriak minta tolong.

"Sebelum dia (Sutri, Red) berteriak minta tolong, saya dan warga lain memang sudah hendak masuk ke dalam ruko itu. Pasalnya terdengar suara ledakan hingga membuat kaca jendela ruko jebol," ujar Iwan, salah seorang penghuni ruko lain yang letaknya bersampingan dengan tempat kejadian.

Iwan dan beberapa warga lain lalu masuk melalui pintu darurat di lantai tiga. Begitu berada di lantai dua dan melihat api masih menyala dari tabung gas, Iwan nekat memadamkannya dengan cara menutup kobaran api dengan selembar kain yang dibasahi.

"Setelah apinya padam, tabung gas itu baru kami bawa keluar. Saya dan warga lain pun melaporkan kejadian itu ke kantor polisi," tutur Iwan.

Ketika petugas datang untuk melakukan pengecekkan, terlihat dinding penyekat antar ruangan yang terbuat dari ruangan jebol. Lalu plafon dan jendela kaca di ruang depan lantai dua hancur. Gorden jendela dan beberapa kertas di ruang dapur yang menyatu dengan kantor laboratorium juga terbakar.

Kapoltabes Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, didampingi Kapolsekta Samarinda Utara AKP Bambang Budiyanto yang dikonfirmasi Sapos mengatakan peristiwa meledaknya tabung gas tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.

"Dari pengamatan kami terhadap tabung gas 12 kilogram itu, tampaknya penyebabnya adalah regulator tabung yang kemungkinan palsu. Artinya regulator tersebut palsu dan akhirnya menimbulkan risiko gas bocor dan meledak saat beberapa kali digunakan," jelas Bambang.

Ia menambahkan ada dua saksi yang diperiksa terkait peristiwa tersebut. "Mereka karyawan yang berada di ruko saat kejadian. Mereka kami mintai keterangan saja terkait peristiwa itu. Sementara ini belum ditemukan adanya indikasi kelalaian," tambahnya.(rin/uya)

Sumber : Samarinda Pos

Tabung Gas Palsu Masuk Samarinda

Pertamina Lakukan Penelusuran, Masyarakat Diminta Waspada

SAMARINDA. Kewaspadaan masyarakat terhadap penggunaan tabung gas elpiji harus semakin ditingkatkan. Pihak Pertamina menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan sejumlah tabung gas palsu, kini juga beredar di Kota Tepian ini. Demikian diungkapkan Asisten Manager External relation UPMS VI Pertamina Wilayah Kalimantan, Bambang Iriyanto, kepada Sapos kemarin.

Dia mengatakan, indikasi tersebut bisa dilihat dari jalur distribusi tabung gas yang selama ini digunakan masyarakat di Kota Tepian. Sejumlah tabung gas yang digunakan masyarakat, selain bersumber dari pembagian pemerintah juga dari sejumlah agen-egen penyedia elpiji.

"Tak menutup kemungkinan, banyak tabung gas elpiji palsu yang beredar dan bahkan sudah digunakan oleh masyarakat. Apalagi kita (Pertamina, Red) tak bisa memantau semua. Terutama sumber pasokan agen penyedia tabung elpiji," terang

Kegelisahan masyarakat semakin meningkat menyusul terjadinya beberapa ledakan yang diakibatkan tabung gas di Kota Samarinda. Seperti yang terjadi di Samarinda Seberang dan Samarinda Utara beberapa waktu lalu.

Menanggapi masalah tersebut, Bambang menyebut, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait insiden yang melukai beberapa korban tersebut. "Soal ledakan tabung gas yang terjadi, kita belum lihat keterkaitannya dengan adanya indikasi tabung gas palsu yang beredar di Samarinda," urai Bambang.

Namun yang jelas, Bambang mengaku bahwa pihaknya selama ini telah menerjunkan tim ke lapangan untuk menelusuri sekaligus memastikan kebeeradaan peredaran tabung gas palsu. "Kita sudah terjunkan tim. Soal ada temuan atau tidak, pantauan tetap kita lakukan," terang Bambang lagi.

Maraknya insiden tabung gas meledak di sejumlah daerah di Indonesia memang menguatkan dugaan banyak tabung gas palsu yang beredar dan tidak memenuhi standar. Bahkan jumlahnya ditengarai mencapai 10 juta unit dari 40 juta tabung gas yang ada saat ini. (ara)

Sumber : Samarinda Pos

Ditemukan, Tabung Gas Tanpa Label SNI di Rokan Hilir

Rokan Hilir - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rohil mengamankan dua tabung gas ukuran tiga kilogram yanh tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kedua tabung gas tersebut, ditemukan saat Disperindag melakukan operasi pasar di Kota Baganbatu Kecamatan Bagansinembah, baru-baru ini.

‘’Dari temuan itu, kita hanya mengamankan dua tabung gas saja. Apa yang kita laksanakan ini sesuai dengan tugas kita sebagai pengawasan dan pemantauan,’’ kata Kepala Disperindag Rohil Drs H Wan Achmad Syaiful MSi yang dihubungi Riau Pos, Selasa (13/7) di Bagansiapi-api.

Berkaitan dengan temuan itu, tambah Achmad Syaiful, pihaknya mengimbau semua agen dan penyalur untuk tidak memperjualbelikan tabung gas tanpa mencantumkan lebel SNI tersebut. ‘’Sewaktu tabung gas itu ditemukan, agennya sudah membuat surat pernyatan untuk tidak menjual tabung gas itu. Kita mengimbau semua agen dan penyalur untuk tidak menjual tabung gas tanpa label SNI itu,’’ kata Achmad Syaiful.

Selain itu, lanjut Achmad Syaiful, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang sering menggunakan tabung gas untuk tetap berhati-hati. Salah satu di antaranya, sebelum membeli atau memakai, sebaiknya perhatikan dulu slang atau regulator tabung gas. Selain itu, perhatikan juga tabung gas yang mau dipakai atau memiliki lebel SNI atau sebaliknya. ‘’Ini semua untuk keselamatan kita. Sebab, sudah banyak kejadian tentang tabung gas yang meledak di beberapa daerah hingga sampai menelan korban jiwa,’’ kata Achmad Syaiful.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan atau memberikan informasi jika menemukan tabung gas yang tidak berlabel SNI. ‘’Kita dari Disperindag tetap terus melakukan pengawasan dan pemantauan secara langsung di lapangan,’’ kata Achmad Syaiful. Agenda lainnya yang telah disiapkan, ujarnya, adalah merencanakan untuk turun ke beberapa daerah guna melakukan pengawasan dan pemantauan di pusat-pusat perbelanjaan.(tie)

Sumber : RiauPos

Lagi, Elpiji Hanguskan Rumah Kontrakan di Pasuruan

PASURUAN — Tabung gas elpiji 3 kg diduga menjadi biang keladi kebakaran di sebuah rumah di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (18/7/2010) malam.

Alul, seorang saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian, mengaku melihat api telah berkobar membakar langit-langit rumah kontrakan Margiono. Saat terjadi kebakaran, rumah yang dikontrak Margiono untuk berjualan mie ayam itu sedang kosong. Margiono diketahui meninggalkan rumah kontrakannya itu sejak Minggu pagi. Oleh sebab itu, warga sekitar terpaksa mendobrak pintu untuk memadamkan api.

Namun, kobaran api telanjur membakar atap rumah. Api baru padam setelah diguyur air dari mobil pemadam kebakaran Pemerintah Kota Pasuruan.

Alul kurang mengetahui persis penyebab kebakaran. Ia hanya menduga, kebakaran rumah dipicu kebocoran tabung gas elpiji karena di dalam rumah itu ditemukan sebuah tabung gas elpiji 3 kg.

Polisi juga menyita tabung gas elpiji 3 kg yang telah gosong. Namun, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kebakaran rumah yang berada di gang padat penduduk tersebut.

Sumber : KOMPAS.com

18 Merek Aksesori Tabung Gas Dilarang

MAKASSAR— Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan melarang peredaran 18 merek regulator dan selang karet yang diduga tidak sesuai dengan SNI.

"Kami akan tindak toko-toko swalayan yang masih menjual produk tersebut. Jika perlu, mencabut izin mereka," kata Kadisperindag Sulsel Amar Kadir di Makassar, Selasa (13/7/2010).

Ia menegaskan, pengawasan tabung dan perlengkapannya akan terus dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Ke-18 merek produk yang dilarang beredar tersebut adalah Safety Gas, Todachi, Sayota, Omi, Zaman, Capital, Tajima, Blacksso, Nis, Win Gad, Gascomp, Bluesky, Care ML, CGS, Silver Gas, Kirin, Super Gas, dan Matsunaga.

Selang dijual mulai dari harga Rp 20.000 hingga Rp 40.000. Adapun regulator dari harga Rp 30.000 hingga Rp 80.000.

Pihaknya menarik produk-produk tersebut di sejumlah toko swalayan di Makassar, yaitu Carrefour Pengayoman dan Panakkukang, Hypermart Panakkukang dan Graha Tata Cemerlang (GTC), Diamond Supermarket Mal Panakkukang, Toko Alaska, Ramayana, serta Gelael.

Disperindag juga telah mengedarkan imbauan pengawasan berdasarkan surat edaran gubernur kepada semua bupati dan wali kota di Sulsel untuk melakukan hal serupa di tiap-tiap daerahnya.

Sumber :KOMPAS.com

Polisi Gerebek Agen Pengoplos Tabung Gas

Penggunaan tabung gas yang telah dioplos dapat menimbulkan ledakan saat digunakan.

VIVAnews - Kepolisian Polres Metro Jakarta Barat menggerebek lokasi penyuntikan gas elpiji di kawasan Joglo, Jakarta Selatan. Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita 420 tabung gas elpiji oplosan siap jual.

Penggerebekan dilakukan terhadap agen gas elpiji milik Nardi dan Gianto, di Jalan H Mukhtar Raya VII, Joglo, Jakarta Selatan. Terkuaknya lokasi pengoplosan ini berawal saat petugas melakukan penangkapan terhadap pedang ecer di kawasan Petamburan, Jakarta Barat.

Warga melapor, gas 12 kilogram yang dijual tidak sesuai dengan takaran," ujar Wakapolres Jakarta Barat, AKBP Aan Suhanan, Senin 19 Juli 2010.

Ratusan tabung gas elpiji yang ditemukan dari lokasi penggerebekan rata-rata telah berkurang sebanyak 2 kilogram. "Hanya tersisa 10 kilogram dan dijual dengan harga sama," ujarnya lagi.

Dalam satu hari, agen yang telah berjualan gas sejak 10 tahun lalu itu dapat menarik isi 700 tabung gas yang akan dijualnya. Keuntungannya telah mencapai Rp10 miliar.

Petugas mengamankan sedikitnya 12 tersangka yang terdiri dari pemilik dan pekerja. Mereka sedang menjalani pemeriksaan untuk mengetahui perannya masing-masing. "Modus terbilang lama, dengan cara mengurangi isi gas dan mengganti segel dengan yang baru," ujar Wakapolres lagi.

Dengan kejadian ini, masyarkaat dimintai untuk minimbang ulang bila membeli gas elpiji. Bila isi berkurang segera melapor kepada polisi. "Karena praktek pengurangan isi tabung gas dapat menimbulkan bahaya bagi penggunanya," tutup Wakapolres.

Para tersengka dapat dijerat dengan UU Perlidungan Konsumen Pasal 62 ayat 1 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. Sementara itu, penanganan kasus ini akan diserahkan kepada Polda Metro Jaya, karena peristiwa tersebut ada di dua wilayah hukum. (adi)

Sumber : VivaNews

Minggu, 18 Juli 2010

Duar! Tabung Gas Meledak Lagi...


BANDUNG - Kasus ledakan tabung gas kembali terjadi. Kali ini menimpa warga Kampung Panuusan RT 01/RW 02 Desa Sukamulya Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (18/7/2010) siang.

Akibatnya, dua orang menderita luka bakar dan harus dirawat secara intensif di RS Cicalengka. Keduanya adalah Nermi (70) dan Endin (30), anaknya.

Ledakan yang berasal dari tabung gas ukuran 3 kilogram tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Nermi dan Endin saat ini sedang memasak nasi di dapur rumahnya dengan menggunakan kompor gas. Tiba-tiba, tabung gas tersebut meledak.

Atok (70) suami korban mengatakan, saat kejadian ia sedang berada di halaman rumah. Namun, tiba-tiba mendengar suara ledakan dari dalam rumah. Atok pun langsung berlari menghampiri suara ledakan dan melihat api sudah menjalar ke karung gabah yang berada tepat disisi tabung gas.

"Saya bersama istri hendak memadamkan api. Namun api dengan cepat menjilat kain yang dikenakan istri saya dan baju anak saya. Mereka berdua langsung terbakar hingga akhirnya harus dibawa ke RS Cicalengka. Saat itu juga api berhasil dipadamkan menggunakan air yang dicampur sabun. Untungnya rumah tidak ada yang hancur, karena api berhasil cepat dipadamkan. Hanya, beberapa karung gabah yang terbakar," kata Atok, Minggu (18/7/2010) sore.

Akibat kejadian tersebut, Atok mengaku khawatir menggunakan kompor gas. "Perhatian pemerintah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengamanan penggunaan gas. Serta, mengganti seluruh gas yang tidak layak pakai tersebut ditarik kembali di pasaran. Karena, khawatir kembali menimbulkan korban jiwa," cetusnya.

Atok menduga tabung gas meledak karena klepnya bocor sehingga isi gas keluar dan memercikan api di kompor yang masih menyala. Ia pun meminta pemerintah bertanggungjawab atas biaya pengobatan istri dan anaknya. "Ini murni kecelakaan yang diakibatkan tabung gas tidak layak pakai," kata Atok.

Sumber : OkeZone.Com

Ledakan Gas di Rancaekek, 2 Korban Alami Luka Bakar

Bandung - Ledakan gas kembali terjadi dan memakan korban. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah rumah yang berada di RT 01 RW 05 Kampung Panuusan Desa Sukamulya Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Minggu (18/7/2010). Dua orang dilarikan ke RS Rancaekek akibat luka bakar yang dialaminya. Dugaan sementara, ledakan terjadi akibat adanya kebocoran gas.

Hal itu diungkapkan Camat Rancaekek Meman Nurjaman saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Minggu (18/7/2010).

"Dugaan sementara, memang ledakan terjadi akibat kebocoran gas, tapi pastinya masih diselidiki oleh kepolisian," ujar Meman.

Dirinya menyebutkan, ledakan tersebut berasal dari tabung gas berukuran 3 kg. Akibat ledakan tersebut, 2 orang penghuni rumah mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke RS Rancaekek.

"Korban luka ada 2 orang, sudah dilarikan ke RS Rancaekek. Tapi nama korban masih berubah-ubah," paparnya yang mengaku belum mengetahui identitas pasti korban.

Memang mengatakan kedua korban mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut. Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus ledakan gas tersebut.(tya/ors)

Sumber : DetikBandung

Tabung Gas Meledak di Malang, Seorang Nenek Terluka

Metrotvnews.com, Malang: Ledakan gas elpiji 3 kilogram (kg) kembali memakan korban. Zaini (60), warga Jalan Pelabuhan Tanjung Perak Nomor 347 RT4 RW2, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, terluka bakar serius setelah gas elpiji di rumahnya meledak.

Selama Juli ini setidaknya sudah ada lima kasus ledakan elpiji 3 kg di kota ini. Nenek yang menjadi korban ledakan gas elpiji itu kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Soepraoen Malang akibat luka yang dideritanya.

Menurut sejumlah saksi mata menyebutkan Ahad (18/7) sekitar pukul 05.30 WIB korban hendak memasak air. Saat menyalakan kompor gas elpiji 3 kg di dapur rumahnya, secara tiba-tiba meledak dengan disertai jeritan korban. Sontak, Sulikah (35) anak korban yang masih tertidur di kamar sebelah dapur itu terbangun. Demikian pula dengan tetangga korban juga langsung mengecek pusat ledakan.

Wasita (45), anak korban yang tinggal di sebelah rumah korban menjelaskan, setelah terjadinya ledakan gas elpiji tersebut kondisi Zaini cukup mengenaskan. Ia tersungkur di lantai dapur tak sadarkan diri dengan kulit di sejumlah bagian tubuh melepuh. "Kami langsung melarikan ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan dokter," tegasnya.

Dampak ledakan mengakibatkan atap dapur nyaris runtuh. Tembok kamar yang berhimpitan dengan dapur retak-retak, dan perkakas dapur berantakan. Menurut Wasita, sebelumnya diketahui kompor elpiji milik ibunya dalam kondisi rusak karena setelah dicoba beberapa kali tidak bisa menyala.

Diduga ledakan itu karena kebocoran gas elpiji. Pemicunya bisa dari kompor atau stop kontak lampu di dapur saat dinyalakan korban. Sejauh ini petugas Kepolisian Resort Kota Malang masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Data di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pemerintah Kota Malang menuyebutkan sejak tabung dan kompor elpiji 3 kg dibagikan gratis pada 2007 hingga sekarang tercatat sudah ada 22 kasus ledakan. Penyebab banyaknya kasus ledakan gas elpiji 3 kilogram tersebut diduga akibat beredarnya slang dan regulator palsu di pasaran. Barang palsu itu diduga dipasok dari Surabaya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Malang Ajun Komisaris Decky Hermansyah menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan. "Kompor, tabung elpiji 3 kg, dan regulator diamankan untuk bahan penyelidikan," ujarnya.(MI/BEY)

Sumber : Metrotvnews.com

Jumat, 16 Juli 2010

Makin Takut

PALANGKARAYA - Said, warga Palangkaraya, mengaku masih takut menggunakan kompor gas. Keluarganya memutuskan menggunakan minyak tanah meski lebih boros dan harus susah payah mendapatkan minyak tanah.

"Makin banyak kejadian meledaknya tabung gas, saya makin takut menggunakannya," katanya.

Lain lagi dengan Ati. Ibu dua anak ini mengaku tidak khawatir menggunakan kompor gas. "Yang penting mengerti cara penggunaannya. Kalau gas bocor pasti ketahuan. Tabung gas di rumah saya pernah bocor, tercium bau gas. Saya meminta jangan menyalakan api. Setelah itu saya bawa ke tempat terbuka dan mengganti selangnya. Kalau ragu, telpon saja agennya," katanya.

Sumber : Banjarmasin Pos
Foto : Kompas.Com

Konversi Gas di Kalteng Ditunda


PALANGKARAYA - Program konversi minyak tanah ke gas di Kalteng ditunda karena masyarakat trauma dengan banyaknya kasus tabung meledak.

Ketua Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalteng, Andrey Leonardo Narang mendukung agar dilakukan evaluasi terlebih dahulu.

Apalagi banyak temuan yang menunjukkan peralatan konversi gas tersebut tidak layak sehingga mengancam keselamatan masyarakat.

"Saat ini sedang dievaluasi karena banyak tabung gas meledak. Sepertinya program konversi di Kalteng juga akan ditunda karena tabungnya ditarik semua akibat ada yang tidak benar. Banjarmasin menolak juga," ujarnya, baru-baru ini.

Andrey berharap program konversi gas di Kalteng tidak dipaksakan, sebelum pemerintah dan Pertamina bisa menjamin keamanan tabung dan kompor gas yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Meski tujuannya bagus yaitu untuk penghematan, namun keselamatan masyarakat harus diutamakan.

"Jangan sampai justru menimbulkan masalah," tambahnya.

Sebelumnya, Andrey menilai infrastruktur untuk konversi gas di Kalteng belum siap. Dia memprediksi akan sulit jika pengisian ulang dilakukan di Balikpapan yang berjarak 650 kilometer.

Kondisi itu dinilai rawan terhambatnya pasokan mengingat kebutuhan gas akan tinggi jika minyak tanah benar-benar tidak dipasarkan lagi.

General Manager Pertamina Pemasaran BBM Retail Region VI Kalimantan, Alfian Nasution, pernah mengakui konversi minyak tanah ke gas di Kalteng terlambat dibanding Pulau Jawa.

Rencananya semester kedua 2010 dimulai dengan pendataan, pencacahan hingga pembagian paket (kompor gas) sebanyak dua kali.

Program konversi gas di Kalteng akan dimulai di kawasan Barito meliputi Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur dan Murungraya. Sedangkan Palangkaraya dan sekitarnya menunggu infrastruktur pendukungnya siap.

"Kami perkirakan sekitar 80.000 kepala keluarga di kawasan Barito yang akan mendapat paket. Pengisian ulangnya bisa di Banjarmasin atau di Balikpapan, tergantung kondisi," katanya.

Sumber : Banjarmasin Pos

Tips Mencegah Kebocoran Gas

Menurut penelitian, salah satu penyebab terjadinya kebakaran akibat tabung gas meledak adalah dari unsur kelalaian manusia. Atau masih banyaknya masyarakat kurang mengetahui penggunaan tabung gas yang benar.

Padahal kompor gas jika digunakan secara benar dan cermat ada peluang 90% aman. Dalam arti kebakaran dapat dicegah sedini mungkin. Ada beberapa tip pencegahan antara lain:

- Tabung gas: pastikan kondisi tabung yang kecil maupun besar dalam keadaan utuh tidak karatan. Sebab jika sampai karatan berarti ketebalan tabung sudah tipis dan berpotensi bocor. Setiap ganti tabung periksa dahulu penutupnya. Bila penutupnya sudah pecah atau gampang dilepas, ini menandakan isi gas sudah disedot 0,5 kg oleh oknum. Pilih tabung yang penutupnya masih kuat.

- Klep karet:: bentuk barangnya kecil tapi bisa mendatangkan kerugian besar. Sebab bila pemasangan karet tidak sempurna kerap menjadi sumber kebocoran, dan jika ada api mudah terbakar. Karena tempatnya sembunyi di lubang pengeluaran gas sehingga orang sering lupa melihat ada tidaknya karet.

Kebiasaan buruk orang yang suka ceroboh, yaitu setiap ganti tabung langsung memasang regulator tanpa dicek dulu klep karetnya.

Sebab bila tak ada karetnya langsung dipasangi regulator akan timbul kebocoran yang besar dengan mengeluarkan bunyi ngosos. Ini sering diabaikan orang yang ceroboh dan dapat mengakibatkan kebakaran. Karet yang sudah lemah atau kendur juga sangat berbahaya dan harus diganti baru.

- Setelah memastikan kondisi tabung dan karet bagus, baru dipasang regulator. Sesudah regulator terpasang pastikan tidak ada suara desis dan bau gas yang keluar. Jika terdengar bunyi desis, lakukan cek ulang mulai dari klep karet, regulator dan slangnya.

- Hal lain yang juga harus diperhatikan, yaitu sebelum menghidupkan kompor, pastikan di dalam ruangan dapur tidak ada bau gas yang keluar.

Bila sampai ada bau gas yang menyengat dapat dipastikan ada kebocoran. Tindakan yang bijaksana adalah jangan nyalakan api, tidak nyalakan listrik. Tapi segera copot regulator dan buka pintu/jendela agar gasnya cepat keluar dari ruangan.

- Setelah ruangan dapur bebas dari bau gas, peralatan yang menjadi sumber kebocoran segera diperbaiki.

- Jangan melupakan perawatan secara berkala dengan memeriksa baut-baut, kebersihan kompor dan komponen yang lainnya. Kita lebih baik mencegah masalah besar dengan memperhatikan masalah kecil, daripada membiarkan masalah kecil menjadi besar.

Kamis, 15 Juli 2010

Pedagang Diingatkan Tak Jual Tabung Gas Bocor

Purworejo, CyberNews. Maraknya kasus ledakan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai menimbulkan kecemasan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purworejo. Tidak sedikit masyarakat yang mengistirahatkan penggunaan paket konversi itu lantaran takut kasus ledakan yang kerap diberitakan di media itu terjadi.

Salah satu ibu rumah tangga, Uli (27) memilih menggunakan kembali kompor minyak, meskipun harga minyak tanah sekarang ini cukup mahal dibandingkan gas elpiji 3 kilogram. "Tapi tidak ada pilihan lain. Daripada berspekulasi dan mempertaruhkan keselamatan. Kenyataanya kasus ledakan gas tidak hanya terjadi sekali saja," katanya menyampai alasannya, Rabu (14/7).

Kepala Disperindagkop Suhelmy Dhani yang dimintai konfirmasi melalui Kabid Perdagangan Sudarto mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan, baik dari pengecer, agen, maupun masyarakat tentang adanya tabung gas dan regulator yang tidak berstandar SNI.

"Kalau ada yang menemukan langsung laporkan kepada kami. Intinya kepada masyarakat kami ingatkan agar tidak membeli gas dari agen atau pengecer yang tidak jelas, meskipun dengan iming-imir harga lebih murah," kata Sudarto.

Dia juga mengingatkan agar agen maupun pengecer tidak sekali-kali berani menjual gas yang kondisi tabungnya bocor. Pasalnya bisa membahayakan konsumen. Jika terbukti menjual gas yang tidak sesuai standar, surat izin agennya bisa saja dicabut.

Pedagang pengecer maupun agen juga diminta menerima jika ada masyarakat yang mengembalikan tabung gas jika diketahui bocor. Bahkan untuk menjamin tidak adanya kebocoran, agen maupun pedagang diharapkan agar mengecek dengan dilimbang di ember yang berisi air.

Sementara itu, sejumlah masyarakat memang sudah mengembalikan tabung gas yang diyakini bocor ke pedagang. Seperti disampaikan emilik agen elpiji PT Dhian Patra Rajasa, Slamet Waluyo Sejati. Diungkapkan, agennya memiliki sekitar seratus tabung gas bocor atau retur yang dikembalikan dari pangkalan. "Ini pengembalian dari pedagang pengecer kami," katanya.

Menurutnya, tabung rusak itu akan dikembalikan kepada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Butuh Purworejo dan akan diganti dengan tabung yang baru. “Kami secara berkala mengembalikan sepuluh hingga dua puluh dan mendapat ganti tabung yang masih bagus,” katanya.( Nur Kholiq /CN13 )

Sumber : SuaraMerdeka

Razia Gas untuk Keselamatan

BANDUNG, TRIBUN--Sering ditemukannya tabung gas meledak dan menimbulkan korban jiwa atau kebakaran menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. "Pemprov menaruh perhatian dan menjadi catatan khusus banyaknya tabung gas bocor dan meledak tapi Pemprov Jabar tidak bisa melakukan penarikan terhadap tabung gas karena wewenang Pertamina untuk menarik, Pemprov hanya bisa pengecekan ke agen," ujar Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Kamis (15/7) di Gedung Sate.

Menurut Dede, pihaknya sudah memerintahkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) Jabar untuk mengatakan operasi ke agen-agen agar tabung gas yang bocor segera ditarik tidak diedarkan ke masyarakat.

"Pemprov tidak memeriksa tabung gas dari rumah ke rumah tapi cukup di tingkat agen," ujar Dede yang mengaku prihatin dengan seringnya kejadian meledaknya tabung gas ukuran 3 Kg.

Dede mengatakan, selama ini kebijakan konversi minyak tanah ke elpiji menuai pro dan kontra. Bahkan di Komisi VII DPR RI, pro dan kontra terjadi saat pembahasan membuat tabung sendiri atau mengimpor. "Waktu itu keputusannya tabung gas dibuat sendiri, akibatnya banyak yang membuat tanpa memperhatikan SNI, akhirnya banyak yang bocor dan mencelakakan pemerintah," ujar Dede.

Dede minta Pertamina segera menarik tabung gas yang tidak ber SNI tapi tentunya harus mengganti gas yang ditarik dari masyarakat. (tsm)

Sumber : TribunJabar

Tips Cara Aman dalam Pemakaian Kompor Gas

Sekarang saatnya bagi kita untuk mensosialisasikan cara aman dalam pemakaian kompor gas, berikut ada beberapa tips:

* Pastikan instalasi tabung, regulator, slang dan kompor tidak bocor. Caranya dengarkan dari sambungan tersebut ada suara mendesis atau tidak atau cium bau ada bau gas atau tidak hal itu sebagai tanda ada tidaknya kebocoran gas.
* Buatlah ventilasi yang cukup di dapur agar sirkulasi udara baik, tujuannya agar pada saat terjadi kebocoran gas konsentrasi gas yang bocor cepat tertiup angin ke udara luar sehingga tidak terjadi pengumpulan konsentrasi gas yang tinggi di dalam dapur.
* Ingatkan seluruh penghuni rumah apabila tercium bau gas yang menyengat jangan memantikan api sekecil apapun apa lagi menyalakan api, segera buka pintu & jendela lebar-lebar agar konsentrasi gas cepat tertiup ke udara luar.

Semoga bermanfaat...
Sumber : Kompasiana.Com

Rabu, 14 Juli 2010

Tabung Gas Meledak- Ny. Oon Batal Membuatkan Nasi Kuning buat Anaknya

CIMEKAR,(GM)-Tiga rumah semipermanen kembali mengalami kerusakan akibat meledaknya tabung gas berukuran 3 kilogram, Rabu (14/7) sekitar pukul 04.10 WIB. Ketiga rumah tersebut milik Mista (52) yang rusak berat dan nyaris hancur, dan dua rumah lainnya rusak ringan milik Misran dan Ny. Arah yang terletak di Kp. Pasantren RT 01/RW 17 Desa Cimekar, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung.

Ledakan tabung gas selain merusak rumah, juga mengakibatkan Ny. Oon Rohaeni (47), istri Mista, mengalami luka bakar yang cukup serius. Korban kini dirawat di Rumah Sakit Islam Al Islam (RSAI) Bandung.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun "GM", kemarin, kejadian berawal saat Ny. Oon (47) akan memasak nasi kuning untuk keperluan anaknya yang tengah mengikuti masa orientasi siswa (MOS). Begitu kompor dinyalakan, tiba-tiba mengeluarkan semburan api dari slang. Melihat api yang membesar hampir menjalar ke seluruh rumah, Ny. Oon panik dan berupaya memadamkan api. Namun, kejadian tersebut sangat cepat dan disusul dengan suara dentuman yang begitu dahsyat sehingga membangunkan penghuni rumah dan tetangga.

Kobaran api yang disertai ledakan dahsyat langsung menyambar ke dinding rumahnya dan rumah tetangga yang berdekatan. Kerasnya dentuman sampai mengakibatkan kaca jendela pecah dan membobolkan genting. Bukan itu saja, dentuman yang begitu keras juga mengakibatkan kerusakan pada bagian dinding tetangga yang berdekatan.

Berusaha dipadamkan

Melihat api yang telah membesar dan membakar tubuh Ny. Oon, suaminya Mista (52) dibantu tetangganya langsung memadamkan api dan menjauhkan tabung gas dari dalam rumahnya. Setelah api padam, dapur nyaris luluh lantak dan beberapa gentingnya beterbangan.

Dalam suasana yang luluh lantak, terdengar suara rintihan Ny. Oon yang tengah merasakan kesakitan. Korban segera dilarikan suami dan tetangganya ke RSAI Bandung, sementara warga sebagian lagi melaporkan kejadian tersebut ke aparat setempat.

Salah seorang tetangga korban, Ewen (60) mengatakan, dentuman suara ledakan tabung gas 3 kg tersebut sangat keras dan mengagetkan warga setempat. Malahan, sebagian keluarganya mengira ada bom karena rumahnya turut mengalami retak-retak.

Hal senada disampaikan tetangga lainnya, Eman Sulaeman (54). Menurutnya, kebakaran tersebut disertai dentuman keras dan mengakibatkan sebagian warga terbangun dari tidurnya. Bahkan ada motor yang diparkir turut terjatuh akibat dentuman tersebut.

Aparat yang menerima laporan kejadian tersebut langsung menindaklajutinya. Sehingga tidak berapa lama tampak hadir di lokasi kejadian aparat Kecamatan Cileunyi seperti Babinsa Serma Sutarto, Babinkamtibmas, Aiptu Deni serta aparat Desa Cimekar yang dipimpin Tata Suherman.

Pihak Muspika Cileunyi melalui Kepala Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi, Tata Suherman saat ditemui "GM" mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian aparat desa dan pihak Muspika Cileunyi. Terlebih dalam musibah tersebut menelan korban luka cukup serius.

"Aparat terus terang merasa kaget. Kami akan berusaha agar kejadian ini tidak terulang dan menindaklanjutinya dengan memberikan edaran kepada setiap warga dalam penggunaan tabung gas 3 kg agar lebih aman, " kata Tata.

Sedangkan aparat kepolisian dari Polsek Cileunyi langsung mengamankan barang bukti berupa tabung gas, selang, dan regulator dari lokasi kejadian. Sedangkan rumah korban telah diberi pembatas police line.

Masih menurut Tata Suherman, kompor gas yang dimiliki Ny. Oon merupakan pembagian dari konversi penggunaan minyak tanah dengan gas elpiji. "Ya, itu tabung yang dibagikan tahun 2008 lalu," kata Tata.

Camat Cileunyi melalui Kasi Trantib, Drs. Gina Permana mengatakan, selain memberikan edaran, pihaknya juga akan bekerjasamadengan aparat Polsek Cileunyi untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut. "Kita juga akan memprogramkan penyuluhan kepada warga dalam penggunaan tabung gas 3 kg ini," kata Gina.

Ketika "GM" menjengguk korban Ny. Oon di RSAI Bandung, kondisinya sangat memprihatinkan akibat luka bakar yang cukup serius. "Sejak kejadian tersebut, dia tidak bisa berbicara jelas dan hanya merintih kesakitan," kata Mista suami Ny. Oon.

Mista tampak kebingungan karena belum terpikirkan juga darimana biaya untuk pengobatan istrinya karena kondisi ekonomi mereka yang pas-pasan. Terlebih lagi, Kamis (15/7) ini, informasi dari dokter istrinya harus menjalani operasi. (B.46)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100715012154

Wilayah TANGERANG

UNTUK WILAYAH TANGERANG DAN SEKITARNYA
PEMBELIAN BISA KE :
MUM'S LITTLE SHOP
HP : 083896017364

Tabung Gas Meledak di Cikalong, Sebuah Rumah Hangus

Ledakan tabung gas 3 kg yang menyebabkan kebakaran, menghanguskan rumah semipermanen milik Mak Ami (65) di Kp. Lembang Dapo RT 01/RW 01 Desa Cipada, Kec. Cikalongwetan, Kab. Bandung Barat (KBB), Selasa (13/7) sekitar pukul 06.30 WIB. Meski tidak menelan korban jiwa, namun kerugian material yang diderita korban diperkirakan mencapai Rp 45 juta.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun "GM", kejadian itu berawal saat Rahmawati (32), anak Mak Ami akan memasak bakso di warung depan rumahnya. Begitu kompor dinyalakan, tiba-tiba ada semburan api dari slang. Melihat api yang dengan cepat membesar, Rahmawati dan penghuni rumah lainnya langsung berlarian keluar.

Kobaran api disertai ledakan tersebut langsung menyambar ke dinding rumah. Api pun dengan cepat menjalar karena bangunan rumah berukuran 9 x 10 meter itu terbuat dari bilik dan kayu yang mudah terbakar.

Musibah kebakaran yang terjadi, mengundang perhatian warga lainnya. Dengan menggunakan peralatan seadanya, warga mencoba memadamkan api yang berkobar. Namun upaya itu sia-sia, kurang dari 10 menit, rumah milik janda tua itu sudah rata dengan tanah.

Kapolsek Cikawet, AKP Kusmayadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, diduga kuat kebakaran disebabkan karena slang kompor gas yang meledak. "Kemungkinan dari slang kompor," katanya sambil menambahkan, petugas pun mengamankan tabung gas, slang, dan regulator dari lokasi kejadian.

Kades Cipada, Ukin Sudaryana mengatakan, kompor gas yang dimiliki Mak Ami merupakan pembagian dari konversi penggunaan minyak tanah dengan gas elpiji. "Ya itu tabung yang dibagikan tahun 2008 lalu," katanya.

Menurut Ukin, dalam kebijakan konversi tersebut terdapat 2.011 kompor gas yang dibagikan kepada warga di Desa Cipada. Namun, dia menyebutkan, musibah kebakaran yang terjadi akibat ledakan tabung gas di daerahnya baru pertama kali terjadi. (B.68)**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100714033420&idkolom=padalarang

Selasa, 13 Juli 2010

TIPS mengenali Ciri Tabung Gas Suntik

Jakarta - Tabung gas kembali memakan korban hari Sabtu lalu. Ternyata praktek penyuntikan tabung gas sudah bertahun-tahun terjadi.

Pemalsuan gas ini bisa jadi akan memakan banyak korban lagi. Agar terhindar dari tabung gas suntik, kenali ciri-cirinya saat membeli gas, 3 kg atau 12 kg.

Tabung gas suntik baik yang 3 kg dan 12 kg sudah umum dipalsukan dan biasanya dicampur dengan yang tidak palsu di tempat penjualan atau agen.

Cermati ciri-ciri tabung suntik berikut ini saat membeli gas:

1. Tabung : Tabung yang tidak mulus,
cat banyak yang terkelupas dan penyok-penyok di beberapa bagian dan segel di bagian atas robek atau kendor.

2. Tulisan : Tabung tidak ada tulisan SNI dan Pertamina.
Tabung asli harus memiliki tulisan yang dicap permanen pada bodi tabung dan terbaca jelas.

3. Berat : Tabung gas asli 3 kg, beratnya 8 kg.
Sedangkan tabung gas 12 kg beratnya 27,2 kg. Timbang dengan timbangan sendiri (jangan memakai timbangan penjual) dan jika timbangan kurang dari berat standar, ada kemungkinan tabung gas palsu atau sudah dikurangi oleh agen/penjual.

4. Plastik Segel : Pastikan kondisi plastik segel tertempel kuat di ujung tabung.
Terdapat tulisan agen yang tercetak jelas. Jika kondisi plastik segel kendor, mudah digeser dan tulisan nama agen tidak jelas, ada kemungkinan tabung gas sudah dipalsukan atau disuntik.

5. Karet : Karet di dalam saluran gas yang ada di bagian atas harus tebal dan rapi.
Jika tidak terdapat karet atau karet tipis, rusak atau tidak ada sama sekali, biasanya merupakan salah satu tanda tabung gas sudah disuntik.

Sumber : http://www.detikfood.com/read/2010/07/12/104115/1397259/294/kenali-5-ciri-tabung-gas-suntik

Lagi, Tabung Gas Elpiji Meledak Sore Ini di Bogor

VIVAnews – Tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram meledak di Kampung Pasir Awi, RT 3/13, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Selasa 13 Juli 2010, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak, Sawati (80 tahun) dan Kesih (36 tahun), yang tinggal di rumah itu menderita luka bakar.

Menurut Kepala Desa (Kades) Cigudeg, Firdaos, ledakan terjadi saat korban memasak. Ia menduga ledakan terjadi karena api dari kompor menyambar gas yang bocor dari tabung yang letaknya tidak jauh dari kompor.

Setelah kejadian, ibu dan anak langsung dievakuasi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Cigudeg.

Kejadian di Bogor ini menambah daftar panjang kasus ledakan tabung gas di Jabodetabek. Berikut data peristiwa serupa selama 2009-Juli 2010:

- Selasa 13 Juli 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan terjadi di Kampung Kalimati RT 13/3, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkarang, Jakarta Barat. Selain rumah hangus terbakar, kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak, Samani (35 tahun) dan Arjun (14 tahun), menderita luka bakar.

- Selasa 13 Juli 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas berukuran 12 kilogram terjadi di tempat usaha katering Jalan Puri Mutiara 2 A, RT 9/11, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Ledakan tabung terjadi karena rumah itu terbakar terlebih dulu.

- Minggu 11 Juli 2010. Tabung gas milik seorang warga Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meledak. Kejadian ini melukai tiga orang serta membakar dua bangunan.

- Sabtu 10 Juli 2010. Tabung gas ukuran 12 kilogram meledak di Jalan Kerinci, Perumnas III, Kelapa Dua, Tangerang. Akibatnya suami istri pemilik rumah menderita luka bakar.

- Kamis 24 Juni 2010 pukul 14.30 WIB. Ledakan akibat kebocoran tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di dapur rumah makan Lapo Amelia di Jalan Raya Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.

- Jumat 18 Juni 2010. Ledakan tabung gas terjadi di Jalan H. Jawahir, No 132 Rt 17/06, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Kasus ini tergolong fatal karena selain memporak-porandakan rumah, juga menewaskan dua warga.

- Sabtu 16 Juni 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di Kampung Binong, Rt 02/03, Kelurahan Binong, Kecamatan Binong, Kabupaten Tangerang. Akibatnya, bocah bernama Amel, 5 tahun, meninggal.

- Senin 26 April 2010 sekitar pukul 10.00 WIB. Ledakan hebat dari tabung gas ukuran 3 kilogram terjadi di Komplek UK Rt 6/4, Ancol, Pademangan Jakarta Utara. Akibat 30 rumah penduduk hangus terbakar.

- Minggu 25 April 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di rumah warga di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat.

- Sabtu 17 April 2010 sekitar pukul 09.00 WIB, sebelas warga sampai terluka akibat terkena dampak ledakan tabung elpiji di pemukiman Jalan Mulia RT 02/01, Cempaka Baru, Jakarta Pusat.

- Senin 8 Februari 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di warung nasi uduk di RT 14/RW 04 Jalan Satria, Jelambar, Jakarta Barat. Akibatnya, dua warga terluka.

- Rabu 3 Februari 2010 siang. Ledakan tabung gas terjadi di Restoran Tom Yuan Corner, di lantai VII, food court ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.

- Kamis 17 September 2009 sore. Ledakan tabung gas terjadi di Gang Karya Lima, RT 14 RW 03, Gandaria Utara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibatnya, sedikitnya 20 rumah warga terbakar.

- Senin 13 Juli 2009 sekitar pukul 08.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 25 kilogram terjadi di restoran Soto lamongan, Jalan Kedoya Raya Nomor 12, Jakarta Barat.

Sumber : VivaNews

Sehari Dua Ledakan "Bom Tabung Elpiji" terjadi di Jakarta

VIVAnews – Dua peristiwa ledakan tabung gas elpiji terjadi lagi di dua tempat terpisah sepanjang Selasa 13 Juli 2010 pagi. Kasus ini tidak memakan korban jiwa, tapi mengakibatkan ibu dan anak luka bakar hebat serta harta benda ludes terbakar.

Ledakan yang mengakibatkan ibu dan anak, Samani (35 tahun) dan Arjun (14 tahun), terluka terjadi di Kampung Kalimati RT 13/3, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkarang, Jakarta Barat, sekitar pukul 05.00 WIB.

Menurut Kepala Polisi Sektor Cengkareng, Komisaris Ruslan, ledakan terjadi saat korban sedang memasak. Dari olah tempat kejadian perkara, polisi menduga kuat sumber ledakan berasal dari kebocoran tabung gas berukuran tiga kilogram.

Saat ini, kasus ledakan yang mengakibatkan Samani dan Arjun luka bakar itu masih dalam penyelidikan anggota kepolisian. Sedangkan para korban, kini dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras.

Kasus ledakan tabung gas, juga terjadi 30 menit sebelumnya di tempat usaha katering Jalan Puri Mutiara 2 A, RT 9/11, Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

“Awalnya, terjadi kebakaran dulu, kemudian mengakibatkan empat tabung gas ukuran 12 kilogram meledak,” kata Kepala Polisi Sektor Cilandak, Komisaris Azhar Nugraha.

Kejadian ini mengakibatkan sebanyak tiga unit rumah dan tiga unit mobil terbakar. (umi)

Sumber : VivaNews

Regulator Bocor Penyebab Ledakan Gas di Cengkareng

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi menduga pemicu ledakan gas elpiji ukuran tabung 3 kilogram di Cengkareng, Jakarta Barat, pagi tadi disebabkan oleh regulator yang bocor. "Kebocoran gas elpiji itu tampaknya karena regulator bocor," ujar Kapolsek Cengkareng, Komisaris Ruslan, Selasa (13/7).

Menurut Ruslan berdasarkan penyelidikan, polisi menemukan regulator milik korban dibalut lakban plastik. "Tampaknya korban sudah tahu regulatornya bocor sehingga ditambal dengan lakban plastik," kata Ruslan. Namun tampaknya gas tetap bocor meskipun regulator sudah ditambal, akibatnya saat kompor dinyalakan gas meledak.

Pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB ledakan gas elpiji ukuran 3 kilogram meledak di sebuah rumah di Jalan Kalimati, RT 13 RW 03, Kelurahan Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat.

Peristiwa itu terjadi pada saat Samini (36 tahun) baru bangun tidur dan hendak memasak. Ia tidak menyadari bahwa gas elpiji miliknya bocor dan langsung menyalakan kompor sehingga gas langsung meledak. Sedangkan anaknya, Arjun (14 tahun) pada saat kejadian sedang terlelap tidur tidak jauh dari tempat ibunya memasak. Akibatnya mereka berdua mengalami luka bakar parah dibagian muka, tangan, dan kaki.

Ledakan juga memporak-porandakan ruang tamu yang juga dijadikan tempat memasak itu. Plafon rumah juga jebol akibat ledakan itu.

Menurut Ruslan ledakan itu tidak menyebabkan tabung gas meledak. "Tabung gas gosong, tidak meledak, ledakan gas juga tidak mengakibatkan kebakaran," katanya. Saat ini barang bukti berupa perangkat kompor gas elpiji berikut tabung ukuran 3 kg sudah diamankan polisi. "Sudaj kami bawa ke Polsek untuk diselidiki," lanjutnya.

Sumber : Tempointeraktif

Sidoarjo - Sebuah Rumah Warga Ludes Terbakar Akibat Ledakan Tabung Elpiji

Sidoarjo: Sebuah rumah milik M Husein, warga Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (13/7), terbakar. Rumah dilalap api akibat ledakan elpiji ukuran tiga kilogram yang akan digunakan istrinya untuk memasak. "Api tiba-tiba keluar saat istri saya menyalakan kompor elpiji di dapur," kata Husein.

Begitu melihat api menyala di bagian dapur rumah, ia langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, usaha tersebut sia-sia karena api dari tabung gas tersebut sangat besar. Rumah Husein beserta seluruh perabotan yang ada di dalamnya ludes dilalap si jago merah.

Api juga sempat merembet dan membakar sebagian rumah tetangganya. "Namun, rumah tetangga yang terbakar tersebut hanya berupa pintu karena pada saat membakar rumah tetangga itu, petugas pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi," kata Husein.

Menurut Husein, sumber utama penyebab kebakaran diduga berasal dari tabung bantuan pemerintah yang bocor dan istrinya tidak mengetahuinya. "Mungkin pada saat terjadi kebocoran tabung gas, istri saya tidak mengetahui, sehingga begitu api dari kompor dinyalakan langsung membakar seluruh rumah kami," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Petugas Kepolisian Sektor Tanggulangin langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Wakil Kepala Polsek Tanggulangin Komisaris Polisi Wayan S mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. "Kami masih selidiki penyebab pasti kebakaran. Ada dugaan kebakaran akibat ledakan elpiji tiga kilogram," kata Wayan. (Ant/DOR)

Sumber : MetroTVNews

Tabung Gas 3 Kg Meledak di Kalimalang

Jakarta: Sebuah tabung gas berukuran tiga kilogram meledak hingga melukai dua orang pemilik rumah di Kampung Kalimati RT 013, RW 03, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (13/7) pukul 05.00 WIB. "Korban (Samiri) sedang memasak tiba-tiba meledak," kata Kepala Kepolisian Sektor Cengkareng Komisaris Polisi Ruslan di Jakarta.

Ruslan mengatakan, akibat ledakan itu jatuh dua korban. Pertama, Samini (35), yang terluka bakar pada seluruh tubuh. Kedua, Arjun (14), terluka pada bagian leher, kepala, serta tangan. Kedua korban itu menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.

Ruslan menuturkan, ledakan itu tidak menyebabkan kebakaran. Namun, tabung gas yang meledak mengakibatkan kerusakan pada atap rumah. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkapkan penyebab ledakan tabung gas bersubsidi itu. (Ant/DOR)

Sumber : Metrotvnews

Senin, 12 Juli 2010

Gas dari Tabung 3 Kg Meledak di Kali Angke

Jakarta - Insiden ledakan gas dari tabung 3 kg terjadi lagi di saat pemerintah sedang mencari solusi menuntaskan "teror di dapur" ini. Peristiwa terbaru terjadi di perumahan penduduk RT 13/RW 3, Kelurahan Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Ratna, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa (13/7/2010).

"Saat itu korban hendak menyalakan kompor gas, tiba-tiba tercium bau gas. Diduga lubang tabung gas kendor dan mengalami kerusakan. Tiba-tiba saja langsung meledak," kata Ratna.

Akibat insiden itu, rumah korban jebol. "Korbannya dua orang yaitu ibu dan anaknya," ujar Ratna.

Korban luka adalah Samini (35), mengalami luka bakar di bagian kepala dan seluruh badan. Anak Samini bernama Arjun (14), luka bakar di bagian leher, kepala dan tangan. Keduanya dilarikan ke RS Sumber Waras.

Sumber : Detik.Com

Gas Metana itu apa sih?

Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi.

Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 (karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O

Dan Gas Metana inilah yang ada di dalam tabung Gas Elpiji kita

Semoga membantu !
materi referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Metana

Tabung Gas Meledak lagi, Rp120 Juta Melayang

BOGOR--MI: Sebuah rumah di Kapung Wangun 1, RT 5/9. Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor terbakar, Minggu (11/7), sekitar pukul 09.50 WIB. Akibat peristiwa itu, sang pemilik bernama Husen menderita kerugian materi sekitar Rp120 juta.

Meski tidak menelan korban jiwa, namun peristiwa tersebut juga menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka bakar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyebab dari kebakaran di rumah Husen itu karena meledaknya sebuah tabung gas berukuran 3 kilogram.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar puku 09.30. Akibat ledakan gas itu, api membesar dan membakar sebagian rumah Husein. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 10.10.

Adapun korban luka masing-masing Atik, 48, istri Husen, kemudian Upah, 10, anak dari Husen, dan Haerudin, 49, tetangga Husen. Ketiganya langsung dibawa ke klinik terdekat dan mendapat pengobatan. Semua korban mengalami luka bakar di bagian kaki.

Kapolsek Babakan Madang AKP Ipik Kusmana mengatakan, peristiwa tersebut terjadi akibat selang tabung gas bocor dan kemudian menyambar. "Saat ini kami sudah mengamankan tabung gas tersebut. Kami akan menyelidikinya. Namun untuk sementara ini, kejadian ini merupakan sebuah kecelakaan," katanya saat dihubungi via selulernya.

Sebelumnya, kepolisian dari Polsek Rumpin menggerebek gudang yang dijadikan tempat pengoplosan tabung gas elpiji di Kampung Pasir Jeruk, RT 1 RW 2, Desa Sukaresmi, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat (9/7). Gudang yang hanya memiliki luas sekitar 6x5 meter tersebut digunakan untuk mengoplos tabung gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg yang dipindahkan ke ukuran 12 kg. Meski kecil, namun gudang oplosan gas ini beromzet ratusan juta rupiah.

Dalam penggerebakan itu, petugas menyita ratusan tabung gas oplosan dan mengamankan sejumlah alat pengoplosan sebagai barang bukti juga menangkap pemiliknya bernama Pella. Di hadapan petugas, Pella mengakui kegiatannya itu telah beroperasi selama empat bulan. Untuk pasokannya, dia mendapatkannya dari kawasan Tekno, Tangerang, Banten. Dalam satu hari, dari gudang tersebut dapat dihasilkan sekitar 60 tabung gas oplosan yang berat isinya sudah tidak sesuai.

Menurut Kapolsek Rumpin, Ajun Komisaris Syofwan, penggerebekan gudang oplosan gas elpiji itu berdasarkan penyelidikan yang dilakukan petugas. Dia menyebutkan, Pella sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat UU Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 53 tentang Minyak Gas (Migas) dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Ancamannya, hukuman penjara di atas lima tahun," katanya. (DD/OL-5)

Sumber : Media Indonesia

Selasa, 06 Juli 2010

Lagi-lagi Tabung Gas Meledak di Sunggal

Medan (SIB) - Lagi-lagi tabung gas menimbulkan petaka. Satu unit rumah makan di kawasan Jalan Doktor Mansyur, Medan Sunggal, Senin (4/7) terbakar menyusul ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 12 kilogram. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat untuk tetap menggunakan bahan bakar alternatif guna keperluan rumah tangga.

Tangis Noni (40) pecah seketika mengetahui usaha rumah makan Pondok Zam-zam tempat dia bekerja selama ini, habis setelah dilalap si jago merah. Apalagi kebakaran yang terjadi di saat warung baru akan dibuka ini tidak menyisakan apapun, semuanya hangus terbakar.

Di tengah histeri Noni, kepanikan sempat terjadi pada tetangga di sekitar tempat kejadian perkara. Ini karena ternyata api nyaris merambat ke rumah merangkap warung internet yang berada di sebelah rumah makan tersebut. Beruntung, 7 unit mobil pemadam kebakaran yang turun ke lokasi dan upaya warga dengan cepat berhasil memadamkan api.

Kondisi inipun sempat menimbulkan protes warga. Karena selama ini keberadaan warung yang juga menjadi pusat memasak rumah makan milik korban yang memiliki banyak cabang di Jalan Doktor Mansyur, sudah sejak lama meresahkan warga Kelurahan Padang Bulan Selayang 1 Kecamatan Medan Selayang tersebut.

Seperti dikatakan Sari Ginting (48) pemilik warung internet Andiko, tepat di sebelah rumah korban menyatakan sangat kecewa atas kejadian kebakaran tersebut. Karena menurutnya, pihak rumah makan selama ini sering diingatkan agar tidak memasak untuk sepuluh rumah makan di kawasan tersebut, karena kawasan tersebut padat penduduk dan rumah warga.

Menanggapi ini, Lurah Padang Bulan Selayang 1 Kecamatan Medan Selayang, Odie Batubara mengatakan, dia akan segera mengkoordinasikan hal tersebut kepada pemilik Pondok Zam-Zam.

Saat hal ini akan dikonfirmasikan kepada pemilik Pondok Zam-Zam yang menurut keterangan warga setempat yang bersangkutan tidak berkenan memberikan keterangan.

Di kesempatan yang sama, Pelaksana Harian (PLh) Kapolsek Medan Sunggal AKP Faidir Chan SH kepada wartawan mengatakan, analisa awal, dari keterangan beberapa saksi yang dikumpulkan, penyebab kebakaran kebocoran dan meledaknya tabung gas. (M16/x)

Sumber : Sinar Indonesia Baru

Senin, 05 Juli 2010

Lagi, Polisi Grebek Gudang Suntik Gas

BEKASI- Sebuah gudang yang diduga dijadikan tempat penyimpanan tabung gas elpiji dan sekaligus tempat penyuntikan gas elpiji ilegal, di Jalan Cikunir Raya, Kelurahan Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (5/7/2010) malam tadi, digerebek polisi Polres Metro Bekasi. Polisi mengamankan ribuan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dan tabung gas elpiji ukuran 50 kilogram serta belasan alat suntik berupa selang stainless dan regulator.

Selain tabung gas dan peralatan suntik tabung gas, ditemukan pula sejumlah balok es, yang diduga digunakan sebagai pendingin saat memindahkan gas dari tabung ukuran 3 kilogram ke tabung gas ukuran 50 kilogram, dan tiga unit truk. Pada salah satu truk terpasang plang nama perusahaan pengiriman gas elpiji, yakni PT PAS, yang beralamat di Jakarta Selatan. Belasan orang, yang berada di areal gudang ketika tempat itu digerebek, diamankan polisi ke Kantor Polres Metro Bekasi.

Ditemui di lokasi penggerebekan, Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Komisaris Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pengelola gudang gas elpiji itu diduga memindahkan isi gas elpiji bersubsidi, yakni dari tabung ukuran 3 kilogram, ke tabung gas non subsidi yang berukuran 50 kilogram. Adapun usaha ilegal itu diperkirakan sudah berjalan lebih dari satu bulan. Akan tetapi ketika gudang itu digerebek polisi pada Senin malam, pemilik usaha gudang gas elpiji tersebut tidak berada di lokasi.

Modus "pencurian" dari tabung gas bersubsidi ke tabung gas non bersubsidi terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Selisih harga dan keuntungan besar membuat para pelaku melakukan aksi kriminal ini. Sudah berulangkali polisi melakukan penggerebekan dan meringkus para tersangkanya. Di beberapa tempat, gudang gas ilegal ini bahkan meledak karena peralatan untuk memindahkan gas tidak memadai.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/07/06/07401694/Lagi..Polisi.Grebek.Gudang.Suntik.Gas-4

Jumat, 02 Juli 2010

Korban Ledakan Tabung Gas di Cilandak Mendapat Santunan

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur PT Pertamina Persero Karena Agus Setiawan hari ini Jumat (2/7), memberikan santunan kepada keluarga dua korban ledakan tabung gas di Cilandak, Jakarta Selatan. Ledakan gas tanggal 18 Juni silam menyebabkan Sugiyarto dan Yadi yang tinggal di rumah petak di Cilandak Barat, tewas.

Pertamina memberikan santunan kepada korban sebesar Rp27 juta. Menurut Karen, santunan itu sebagai bentuk tanggung jawab Pertamina sebagai penyedia tabung gas elpiji 3 kilogram yang digunakan masyarakat.

Setelah penyerahan santunan tersebut selesai, Pertamina mengadakan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai penggunaan tabung gas yang aman.

Ledakan tabung gas tanggal 18 Juni menyebabkan Sugiyarto dan Yadi, tewas di tempat. Kedua korban tewas karena tabung gas 3 kilogram yang digunakan bocor dan kemudian meledak. Api lalu dengan cepat membesar karena di lokasi kejadian banyak tersimpan tabung gas 3 kilogram untuk keperluan berdagang.(DSY)

Tabung Gas Elpiji 3KG Bocor Semburkan Api

indosiar.com, Nganjuk - Kasus kebakaran akibat bocornya gas elpiji, masih terus menghantui masyarakat, meski sejumlah upaya telah dilakukan pihak Pertamina dan pemerintah, terkait cara penggunaan tabung gas yang aman dan benar. Kali ini insiden kebakaran akibat bocornya selang dan tabung gas elpiji 3 kilogram, terjadi di Nganjuk, Jawa Timur. Insiden ini diduga dipicu oleh bocornya selang yang menghubungkan tabung gas dengan kompor.

Insiden bocornya gas elpiji ini terjadi di rumah nenek Dasuki, warga Kelurahan Gunung Kidul, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Beruntung ledakan tabung ini tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa atau luka.

Meski sempat menyemburkan api, namun kebakaran yang lebih serius dapat dihindarkan, karena petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi kejadian.

Ledakan tabung gas ini diduga dipicu oleh bocornya selang yang menghubungkan tabung dengan kompor. Kebocoran ini tidak segera disadari oleh pemilik rumah yang saat kejadian menyalakan kompor minyak tanah. Api dari kompor minyak tanah langsung menyambar gas yang keluar dari tabung gas yang bocor.

Beruntung warga mengetahui kejadian ini dan langsung melemparkan tabung yang terbakar ke luar rumah, sebelum meledak. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini sempat membuat panik warga di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram di Nganjuk sudah terjadi tiga kali dalam empat bulan terakhir. Peristiwa yang berulang-ulang ini menyebabkan sejumlah warga kini trauma menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. (Danu Sukendro/Sup)